Awal tahun yang selalu dihiasi oleh hiruk pikuk tawa dan kebahagian juga menjadi momentum untuk membuat resolusi yang baru justru menjadi awal tahun yang dihiasi oleh banjirnya air mata tahun demi tahun yang begitu mengenaskan, dari sabang sampai merauke bencana tidak pernah lepas dan terus antri di depan mata kita mulai dari Tsunami, gempa, banjir, tanah longsor, dan kecelakaan-kecelakaan baik di darata, laut mapun udara yang terus menjadi suatu sorotan utama media.

Musibah yang telah kita hadapai saat ini terus meningkat dari tahun ke tahun, hal ini disebabkan tidak hanya oleh faktor alam saja melainkan karena factor dari manusia juga yang kurang betanggung jawab. Seakan-akan alam telah menyatakan kemarahannya kepada Negara kita ini. Semua bergoncang dengan tiada henti setiap harinya. Keadaan cuaca yang kacau dan tidak ramah yang menimbulkan keresahan di masyarakat begitu pulan bencana lainnya. Apakah pesan yang ingin disampaikan oleh alam terhadap kita-kita ini yang berada di Indonesia tercinta ini. Seperti sebuah pertanyaan filsuf yang mengatakan mengapa derita ini? Seperti situasi yang tanpa adanya jalan keluar. Hal ini menjadi gambaran daripada sebuah negara yang sedang mengalami sakit kronis.

Kenyataan memang pahit, kita lihat bahwa munculnya berbgai macam musibah yang terliput di media dari akhir 2006 sampai awal 2007 bencana laut mulai dari tanggal 28-31 Desember 2006 lima kecelakaan laut di sekitar perairan Jawa antara lain KM Tri Star 1, KM Bunga Anggrek, KM Sinar Baru, kapal Roro Nusa Setia, KM Senopati, yang menimpa hampir 400 orang lebih yang hilang maupun tewas. Pada awal tahun 2007, hal yang paling memukul adalah masalah hilangnya pesawat Adam Air yang membawa korban jiwa 96 penumpang dan 6 awak, hal yang menusuk hati para keluarga korban adalah lamanya proses pencarian pesawat yang menurut pakar tim penyelamatan kelamaan dalam proses mencari korabn akan mengakibatkan jumlah koraban yang tidak seharusnya meninggal menjadi meninggal dan hal yang paling konyol adalah kesalahan infomasi yang diterima oleh pihak Negara mengenai keberadaan pesawat dan radar Indonesia yang dikatakan rusak juga kekrisuan masalah catering jamaah haji di mana tidak ada seorangpun yang berani bertanggung jawab dan mengku kesalahn mengenai masalah catering terseut dari dalam kepemimpinan negara kita.menunjukkan bahwa ada suatu masalah yang pelit yang menyelimuti keberadaan masalah yang selalu menimpa bangsa kita ini. Itu adalah suatu cerminan kecerobohan, kesemberonoan, sikap gegabah, kesantaian para birokrat dalam mengatasi masalah rakyat ini.

Kasus-kasus yang dialami selama ini memang menunjukkan suatu kinerja yang tidak beres di dalam pelayanan negara. Masalah yang disalahkan dari bencana laut dan udara selama ini adalah masalah mengenai cuaca. Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa cuaca memang buruk tetapi apa tindakan preventif yang dilakukan oleh pemerintah dalam memberikan penenggulanggan yang preventif terhadap ternjadinya bencana ini. Tetapi kita tidak dapat selalu mengkambing hitamkan cuaca ternyata beberap kecelakaan menurut dirjen perhubungan laut terjadi karena kesalahan dari factor kesalahan manusia juga jatuhnya beberapa pesawat karena factor maskapai penerbangan yang memangkas tarif tiket hingga murah dan mengakibatkan menurunkan kualitas daripada pesawat yang hanya mementingkan segi keuntungan perusahaan dan pemerintah tidak memiliki kebijakan untuk melakukan pengaturan standarisasi pesawat sehingga semua pesawat dianggap layak untuk terbang. Hal ini sekali lagi menunjukkan kelalaian dan kesemberonoan pemerintah terhadap tindakan preventif terhadap musibah-musibah yang akan terjadi.

Kelalaian dan ketidak bertanggung jawaban ini tidak hanya terjadi di dalam dunia pemerintahan saja melainkan telah menjalar ke dalam berbagai pihak yang bersangkutan seperti maskapai penerbangan. Menurut teori struktur sosial yang dikembangakan oelh Wiliam James dan John Dewey bahwa penjelasan suatu pola kebiasaan perilaku social mencerminkan kebiasan kelompok atau struktur social dan menurut para sosiolog bahwa kita mewarisi struktur sosila dari generasi ke generasi beruikutnya dari pola sosialisasi. Kesamaan juga terjadi dialam kekerasan structural di negara kita ini yang diwariskan secara tidak langsung ke dalam masayarakat yang berada di bawah pemerintah. Suatu pengaruh itu akan berjalan seperti sifat air yaitu dari yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Penurunan struktur ini dapar terlihat dari kekonyolan yang hanya terjadi di Indonesia yaitu kasus ban pecah atau ban kempis karena sering divulkanisir, bahan bakar avtur yang tercampur air, kelebihan beban, dan kasus terakhir yaitu pesawat Adam Air yang terbang ke Makassar pada Febuari 2006 tanap ada surat izin terbang. Segala macam kelalaian yang terjadi ini menunjukkan parahnya etos kerja dan kepribadian dari masyarakat kita ini karena pejabat boleh diganti tetapi mental dan dan perilaku birokrasi masih sama. Banyak standar-standar yang telah baku dan bertaraf internasioanl tetapi tetap saja dilanggar dan ditabrak. Parahnya manajemen dari negara ini begitu membuat pilu setiap orang yang melihat dan mendengarnya belum lagi dari sector-sektor yang lain seperti kenaikan harga beras dari 2500 untuk 3 tahun yang lalu hingga menjadi 6000 tahun ini, sangat mengenaskan bukan. Struktur ssosial dari ini benar-benar telah mengkembangbiakkan keburukan dan melahirkan kebodohan terhadap bangas kita ini. Bagaimana peranan dari peran menurut Robert Linton bahwa interaksi social dalam terminology actor-aktor yang bermain sesuai dengan apa yang ditetapkan budaya sudah mulai mengalami kekacauan di mana peran dari seorang pejabat pemerintah adalah seorang hasil pilihan rakyat dan berperan mengambil keputusan semata-mata demi kesejahteraan hidup rakyat telah beralih menjadi penyengsara kehidupan rakyat. Tidak ada lagi kebenaran peran yang dimainkan di dalam negara kta ini dan tidak adanya kesadaran terhadap kemanusiaan terhadap jeritan rakyat kecil, sampai-sampai seorang penulis Ignas Kleden membuat suatu analogi dari seorang filsuf Ludwig feurbach yang menanyakan apa itu perbedaan mendasar manusia dan binatang? Manusia adalah makhluk berkesadaran atau makhluk rasiomal . Kesadaran dalam arti tegas hadirnya makhluk yang mampu menjadikan hakikat esensialnya sebagai objek pikiran dan objek manapun kesadaran kita terarah, kita selalu sadar aka nada diri kita sendiri dan berkat kesadaran kita memiliki kehidupan bersisi dua yaitu sisi dalam kehidupan dan sisi luar kehidupan. Adanya penghancuran kesadaran kemanusiaan tersebab perilaku yang tidak bermoral tentu memiliki konsekuensi logis yakni hilangnya nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.

Dengan sejumlah paparan yang telah kita lihat dari yang di atas sekarang hal apa yang dapat kita persembahkan untuk perbaikan fungsionalis negara kita 25 tahun ke depan. Bagaimana kita memunculkan suatu struktur social yang baru dan memberikan warisan struktur yang lebih baik di kedepannya. Menurut saya, negara kita ini benar-benar membutuhkan suatu sosok tertinggi yang memiliki suatu kapabnilitas untuk menjadi suatu contoh yang mendasari perubahan mental daripada perilaku bangsa kita ini, karena menurut teori social learning sebuah perilaku dapat berubah bila dipengaruhi oelh imitasi yaitu proses peniruan dari suatu perilaku yang dimunculkan seseorang dan proses pengamatan sehingga negara kita ini yang krisis akan sosok yang memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi dan tingkat nasionalisme terhadap negara dan rakyat yang tinggi sangat kurang. Seperti halnya sosok Hugo Chavez yang benar-benar seorang sosok presiden yang memiliki hati untuk perubahan negaranya sehingga proses dari yang tertinggi ini dapat melihat sosok pahlawan dan seorang yang pantas untuk ditiru dan diteladani. Menurut Fromm untuk terjadi transformasi hati hanya ada jika terjadi perubahan dalam bidang social dan ekonimi karena itu sosok seorang pemimpin yang dapat mengubah masyarakat ada dua hal yaitu menciptakan transformasi social ekonomi sehingga martabat rakyat diakui dan tuntutan pengubahan tingkah laku manusia yang cenderung rakus akan kekayaan dan tidak disiplin. Seorang pemimpin yang ideal adalah memiliki hati yang merakyat kalau perlu suatu saat pejabat-pejabat negara harus terwakli oleh rakyat miskin tetapi hal itu semua akan sia-sia bila tidak adanya pembinaan mental yang menunjuang bagi perubahan tingkah laku bangas kita ini yang sudah mendarah daging mengenai ketidakdisiplinan. Segala bencana yang disebabkan manusia ini kaibat dari ketidakdisiplinan dari masyarakat kita ini. Le Kuan Yew pernah memberikan suatu penegasan dalam konteks Asia dan berkata “Yang dibutuhkan Asia bukan demokrasi saja melainkan Disiplin”. Untuk kasus Indonesia, perkataan dari Le Kuan Yew sangat tepat untuk direnugkan bangsa kita ini karena sejumlah bencana terjadi karena ketidak disiplinan seperti kasus lumpur Lapindo yang disebabkan karena tidak adanya kedisiplinan dari pihak pengawas pengeboran yang lalai dalam menutup katup pipa pengeboran yang membuat damapk yang berkepanjanggan, yang dikatakan oleh ahli geologi Jepang akan bertahan hingga 50 tahunan dan akan mengubah semua fungsi ekologis di daerah Jawa Timur seperti kemungkinannya Sidoarjo tenggelam bila tidak berhenti selama 30 tahun dan kerusakan daripada lingkungan yang juga akan mengakibatkan tekanan psikologis seperti stress karena ketidakseimbangan lingkungan dengan individu, yang terjadi hanya karena suatu hal yang kecil yaitu lupa menutup katup. Menurut Ahmad Syafii Maarif, ketidakdisiplinan telah membuat sebagian dari kita telah mati rasa, tidak peduli, tidak hirau dengan masalah-masalah besar yang meyangkut hari depan bangasa kita. Bagaimana lagi cara kita ke depannya untuk mengubah pola mental masayrakat kita yang seperti ini, bila kita ingin mencetak seorang superhero pemimpin sesuai dengan gambaran saya akan sangat mustahil sekali untuk menciptakannya dengan sekejap mata. Di tengah gelombang pesimitas dari bangsa kita yang telah membumbung, terbukti dari jajak pendapat kompas yang menunjukkan hasil bahwa 60% responden tidak yakin akan terjadi perbaikan di seluruh aspek kenegaraan seperti ekonomi, politik dan sebaginya. Sehingga apalagi yang bias kita lakukan untuk menyambut tahu nyang baru ini, apakah hanya berpasarah dan menengadah tangan ke atas memohon keajaiban. Ataukah waraga sipil akan beramai-ramai lagi naik paanggung dengan sipilisasi yang dianggap sebagai demokrasi yang menuntut perbaikan atas janji-janji palsu dan pencucuian tangan dari para actor pejabat terhadap segala keputusan yang mereka ambil maka tahun inipun akan menjadi tahun yang berbahaya. Seakan-akan pertanyaan mengapa derita ini? Memang memberikan gambaran bahwa sudah tidak ada jalan keluar lagi yang dapat ditempuh untuk perbaikan di atas negara kita ini sampai hadirnya sosok-sosk pahlawan yang membawa semangat 45 seperti saat perjuangan kemerdekaan untuk mengubah negara miskin yang seharusnya kaya ini.

Harapan untuk kelahiran baru dari negara kita tampaknya telah sirna dan hari depan terlihat sangatlah gelap. Tentu kita sebagai seorang rakyat kecil tidak akan dapat mengubah suatu pemerintahan ini langsung dari atasanya karena kecemaran structural ini telah berkembang begitu luas sehingga jalan yang terbaik adalah kita mulai dari aspek yang terkecil yaitu bagaimana dengan hadirnya bayi-bayi baru yang memasuki rumah baru mereka di bumi Indonesia ini dengan kita beri didikan dan harapan kita terhadap hari depan bangsa ini. Bayi-bayi yang lahir dengan ketidakmengertian akan polemic yang kita hadapi saat ini, jangan samapi ke depannya ia akan menjadi orang yang tercemar virus mental ketidakdisiplinan yang buruk sepertisekarang. Karena saya rasa perubahan ini akan berlangsung lebih efektif bila bermula dari suatu elemen terkecil di dalam negara yaitu diri sendiri dan keluarga. Perilaku yang muncul dari seseorang bagi Lewin tidak akan lepas dari konteks lingkungan setempat. Jadi alangkah bijaksanalah bila, kita yang sudah mengerti keburukan perilaku kita mulai merubah sedikit-demi sedikit sehingga ketika suatu bayi yang lahir di dalam keluarga kita yang memiliki potensi yang sangat luarbiasa dapat terpengaruh oleh lingkungan yang disiplin. Kita hanya bisa merubah bibit baru yang beluum tercemar sehingga menghasilkan seorang manusia yang memilki tingkat displin yang tinggi melalui pendidikan yang kita ajarkan dan pengembangan mental yang benar. Jadi secercah harapan masih terpampang di depan kita, asal kita mau membimbing generasi muda kita ini supaya tidak tercemari perilaku yang sama dengan kita sehingga ke depannya akan menghasilkan sosok pemimpin yang idel yaitu memiliki rasa kemanusiaan, kedisiplinan dan moral yang baik. Perubahan akan terjadi dari keluarga-keluarga mempengaruhi kawasan perumahan mempengaruhi masayarakat luas di bidang pekerjaan samapi akhirnya pengaruh tersebut naik ke pemerintahan dan seluruh Indonesia dipenuhi oleh sosok-sosok yang diidamkan bangsa.

Janganlah pesimis saudaraku, banyak peluang dan harapan yang menanti kita di depan asalkan kita mulai memperbaiki diri kita dan terus berjuang makan perjuangan kita tidak aka pernah sia-sia daripada kita menyerah di dalam ketidakberdayaan kita karena semua kita pasti akan mati tetapi sumbagsih apa yang kita berikan kepada lingkunagn kita menentukan kualitas kehidupan kita sebelum ajal menjemput. Tidak akan pernah ada kata terlambat di duania ini sebleum dunia berakhir, tetap berusaha kawanku demi kemajuan negara kita tanpa mengenal lelah karena hanya kitalah harapan kemajuan bangsa kita tercinta, meskipun awal tahun dipenuhi oleh isak tangis kehancuran, masih ada tahun-tahun depan yang dapat kita perjuangkanuntuk mendatangkan sorak-sorai keberhasilan di awal tahun-tahun depan. Majulah Indonesiaku tercinta!!!!!!!